|
Kotak peralatanBahasa lain
|
Katolik
Kata Katolik sebenarnya bermakna "universal" atau "keseluruhan" atau "umum" (dari ajektiva Bahasa Yunani καθολικος (katholikos)) yang menggambarkan sifat gereja yang didirkan oleh Yesus Kristus. Setelah Reformasi Protestan istilah Katolik atau 'Katolikisme kemudian secara spesifik menunjuk pada gereja Katolik Roma untuk membedakan dengan Kristen Protestan yang dimulai oleh aksi protes Martin Luther. Di Indonesia, pemerintah mengakui agama Kristen Protestan (Kristen) dan Kristen Katolik (Katolik) sebagai agama yang terpisah meskipun keduanya sebenarnya merupakan agama yang sama-sama berpusat pada Yesus Kristus, akibatnya kata Katolik seringkali dianggap di luar/berbeda dengan Kristen. Gereja Katolik Roma yang membawahi gereja Katolik seluruh dunia adalah sebuah gereja Kristen yang berawal dari Yerusalem dan yang berada dalam kesatuan penuh dengan keuskupan Romawi (penerus rasul Petrus, Paus pertama).
[sunting] Awal gereja Kristen KatolikPada saat awal lahirnya, Gereja Kristiani belum memiliki nama yang spesifik. Gereja dinamakan berdasarkan letak suatu Gereja Kristen di suatu kota atau bangsa, sebagai contoh "Gereja di Roma", "Gereja di Yerusalem", dsb. Gereja Kristus ini kemudian dinamakan "Katolik" dikarenakan Gereja sebagai Tubuh Kristus menanggung misi universal Yesus Kristus untuk membaptis dan menjadikan seluruh bangsa muridNya (Matius 28:19). Pertama kali dalam tulisan kata "Katolik" diatributkan sebagai nama Gereja yang dibangun oleh Yesus ditemukan di dalam surat Ignatius dari Antiokia kepada jemaat di Smirna pada tahun 110 M[1]. Ignatius sendiri menulisnya seolah-olah kata "Katolik" saat itu sudah biasa digunakan sebagai nama Gereja, sehingga penggunaan kata Katolik diperkirakan jauh lebih awal dari saat ditulisnya surat tersebut. Alasan Gereja dinamakan "Katolik" karena mewakili keseluruhan Gereja di segala bangsa yang mengajarkan keseluruhan kebenaran ajaran Yesus Kristus yang asli, di mana kebenaran Kristus ini diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Secara singkatnya, sama seperti makna Katolik itu sendiri, yaitu "universal". Kata "Katolik" digunakan juga untuk membedakan diri dengan komunitas-komunitas gereja bidaah yang tidak mempertahankan ajaran yang diajarkan turun temurun oleh para rasul[2]. [sunting] Sejarah singkat gereja Katolik RomaAwalnya, jemaat Kristen berada di bawah kepemimpinan besar lima daerah, yaitu Yerusalem, Antiokia, Aleksandria, Konstantinopel, dan Roma. Uskup Roma dikenal oleh 5 daerah sebagai "yang pertama", permasalahan dengan doktrin dan prosedur banyak mengambil Roma sebagai masukan pendapat. Kursi Roma merupakan kursi dari suksesor Santo Petrus yang mendapat julukan "Pangeran Para Rasul" sebagai tanda persatuan Gereja[3]. Perpecahan-perpecahan besar dalam struktur Gereja sebagai lembaga tercatat sebagai berikut:
Seluruh grup di atas kecuali Protestan masih menyebut persekutuan mereka sebagai Katolik. Dewasa ini, semakin banyak Gereja-Gereja Timur yang kembali ke dalam persekutuan penuh dengan Roma, namun dengan tetap mempertahankan tata cara beribadah mereka. Kelompok ini dikenal dengan sebutan Gereja Katolik ritus Timur. [sunting] Gereja Katolik Roma
Secara umum, sebutan Gereja Katolik merujuk pada Gereja Katolik Roma. Kata Roma diatributkan pada Gereja ini karena Gereja Katolik mengimani Paus yang berkedudukan di kota Roma, Italia sebagai kepala gereja yang kelihatan, wakil Yesus Kristus di bumi, yang merupakan kepala utama gereja yang tak kelihatan. Paus adalah penerus Petrus turun temurun yang tidak terputuskan. Menurut tradisi gereja, Petrus menjadi uskup Roma dan menjadi martir di sana. Gereja Katolik dengan penambahan kata Roma sendiri sebenarnya tidak pernah menjadi nama resmi yang digunakan oleh Gereja Katolik. [sunting] SakramenGereja Katolik mengajarkan bahwa Yesus Kristus menginstitusikan tujuh sakramen, tidak lebih dan tidak kurang, baik menurut Kitab Suci [4] maupun Tradisi Suci dan sejarah Gereja[5]. Adapun sakramen yang diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai berikut: Dalam ajaran Katolik, sakramen adalah berkat penyelamatan khusus yang oleh Yesus Kristus diwariskan kepada gereja. Santo Agustinus menyebut sakramen sebagai "tanda kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan"[6]. [sunting] Katolik di IndonesiaPada 2005, sekitar 3,05%–7.380.203 dari 241.973.879 penduduk Indonesia, beragama Katolik[7]. [sunting] Sumber-sumber
[sunting] Lihat pula
[sunting] Pranala luar |
|||||